Selasa, 26 Februari 2013

MAKALAH PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN


Permasalahan Yang Timbul Dari Pilkada 2005
  
BAB I
PENDAHULUAN

Kesadaran akan pentingnya demokrasi sekarang ini sangat tinggi. Hal ini dapat dilihat dari peran serta rakyat Indonesia dalam melaksanakan Pemilihan Umum baik yang dilaksakan oleh pemerintah  pusat dan pemerintah daerah. Ini terlihat dari jumlah pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya yang sedikit. Pemilihan umum ini langsung dilaksanakan secara langsung pertama kali untuk memilih presiden dan wakil presiden  serta anggota MPR, DPR, DPD, DPRD di tahun 2004.  Walaupun masih terdapat masalah yang timbul ketika waktu pelaksanaan. Tetapi masih dapat dikatakan suses.
Setelah suksesnya Pemilu tahun 2004, mulai bulan Juni 2005 lalu di 226 daerah meliputi 11 propinsi serta 215 kabupaten dan kota, diadakan Pilkada untuk memilih para pemimpin daerahnya. Sehingga warga dapat menentukan peminpin daerahnya menurut hati nuraninya sendiri. Tidak seperti tahun tahun yang dahulu yang menggunakan perwakilan dari partai. Namun dalam pelaksanaan pilkada ini muncul penyimpangan penyimpangan. Mulai dari masalah administrasi bakal calon sampai dengan yang berhubungan dengan  pemilih.

BAB II
PEMBAHASAN

  1. Pengertian dan Landasan Hukum Pilkada
Kata demokrasi berasal dari bahasa Yunani yaitu demos yang berarti rakyat dan kratos yang berarti pemerintahan. Sehingga demokrasi dapat diartikan pemerintahan dari rakyat dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat. Pemerintahan yang kewenangannya pada rakyat. Semua anggota masyarakat (yang memenuhi syarat ) diikutsertakan dalam kehidupan kenegaraan dalam aktivitas pemilu. Pelaksanaan dari demokrasi ini telah dilakukan dari dahulu di berbagai daerah di Indonesia hingga Indonesia merdeka sampai sekarang ini. Demokrasi di negara Indonesia bersumberkan dari Pancasila dan UUD ’45 sehingga sering disebut dengan demokrasi pancasila. Demokrasi Pancasila berintikan musyawarah untuk mencapai mufakat, dengan berpangkal tolak pada faham kekeluargaan dan kegotongroyongan
Indonesia pertamakali dalam melaksanakan Pemilu pada akhir tahun 1955 yang diikuti oleh banyak partai ataupun perseorangan. Dan pada tahun 2004 telah dilaksanakan pemilu yang secara langsung untuk memilih wakil wakil rakyat serta presiden dan wakilnya. Dan sekarang ini mulai bulan Juni 2005 telah dilaksanakan Pemilihan Kepala Daerah atau sering disebut pilkada langsung. Pilkada ini merupakan sarana perwujudan kedaulatan rakyat. Ada lima pertimbangan penting penyelenggaraan pilkada langsung bagi perkembangan demokrasi di Indonesia.
1.          Pilkada langsung merupakan jawaban atas tuntutan aspirasi rakyat karena pemilihan presiden dan wakil presiden, DPR, DPD, bahkan kepala desa selama ini telah dilakukan secara langsung.
2.          Pilkada langsung merupakan perwujudan konstitusi dan UUD 1945. Seperti telah diamanatkan Pasal 18 Ayat (4) UUD 1945, Gubernur, Bupati dan Wali Kota, masing-masing sebagai kepala pemerintahan daerah provinsi, kabupaten, dan kota dipilih secara demokratis. Hal ini telah diatur dalam UU No 32 Tahun 2005 tentang Pemilihan, Pengesahan, Pengangkatan, dan Pemberhentian Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.
3.          Pilkada langsung sebagai sarana pembelajaran demokrasi (politik) bagi rakyat (civic education). Ia menjadi media pembelajaran praktik berdemokrasi bagi rakyat yang diharapkan dapat membentuk kesadaran kolektif segenap unsur bangsa tentang pentingnya memilih pemimpin yang benar sesuai nuraninya.
4.          Pilkada langsung sebagai sarana untuk memperkuat otonomi daerah. Keberhasilan otonomi daerah salah satunya juga ditentukan oleh pemimpin lokal. Semakin baik pemimpin lokal yang dihasilkan dalam pilkada langsung 2005, maka komitmen pemimpin lokal dalam mewujudkan tujuan otonomi daerah, antara lain untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan selalu memerhatikan kepentingan dan aspirasi masyarakat agar dapat diwujudkan.
5.          Pilkada langsung merupakan sarana penting bagi proses kaderisasi kepemimpinan nasional. Disadari atau tidak, stock kepemimpinan nasional amat terbatas. Dari jumlah penduduk Indonesia yang lebih dari 200 juta, jumlah pemimpin nasional yang kita miliki hanya beberapa. Mereka sebagian besar para pemimpin partai politik besar yang memenangi Pemilu 2004. Karena itu, harapan akan lahirnya pemimpin nasional justru dari pilkada langsung ini.

  1. Pelaksanaan dan Penyelewengan Pilkada
Pilkada ini ditujukan untuk memilih Kepala daerah di 226 wilayah yang tersebar dalam 11 provinsi dan 215 di kabupaten dan kota. Rakyat memilih kepala daerah masing masing secara langsung dan sesuai hati nurani masing masing. Dengan begini diharapkan kepala daerah yang terpilih merupakan pilihan rakyat daerah tersebut. Dalam pelaksanaannya pilkada dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah masing masing. Tugas yang dilaksanakan KPUD ini sangat berat yaitu mengatur pelaksanaan pilkada ini agar dapat terlaksana dengan demokratis. Mulai dari seleksi bakal calon, persiapan kertas suara, hingga pelaksanaan pilkada ini.
Dalam pelaksanaannya selalu saja ada masalah yang timbul. Seringkali ditemukan pemakaian ijasah palsu oleh bakal calon. Hal ini sangat memprihatinkan sekali . Seandainya calon tersebut dapat lolos bagai mana nantinya daerah tersebut karena telah dipimpin oleh orang yang bermental korup. Karena mulai dari awal saja sudah menggunakan cara yang tidak benar. Dan juga biaya untuk menjadi calon yang tidak sedikit, jika tidak iklas ingin memimpin maka tidakan yang pertama adalah mencari cara bagaimana supaya uangnya dapat segera kemali atau “balik modal”. Ini sangat berbahaya sekali.
Dalam pelaksanaan pilkada ini pasti ada yang menang dan ada yang kalah. Seringkali bagi pihak yang kalah tidak dapat menerima kekalahannya dengan lapang dada. Sehingga dia akan mengerahkan massanya untuk mendatangi KPUD setempat. Kasus kasus yang masih hangat yaitu pembakaran kantor KPUD salah satu provinsi di pulau sumatra. Hal ini membuktikan sangat rendahnya kesadaran politik masyarakat. Sehingga dari KPUD sebelum melaksanakan pemilihan umum, sering kali melakukan Ikrar siap menang dan siap kalah. Namun tetap saja timbul masalah masalah tersebut.
Selain masalah dari para bakal calon, terdapat juga permasalahan yang timbul dari KPUD setempat. Misalnya saja di Jakarta, para anggota KPUD terbukti melakukan korupsi dana Pemilu tersebut. Dana yang seharusnya untuk pelakasanaan pemilu ternyata dikorupsi. Tindakan ini sangat memprihatinkan. Dari sini dapat kita lihat yaitu rendahnya mental para penjabat. Dengan mudah mereka memanfaatkan jabatannya untuk kesenangan dirinya sendiri. Dan mungkin juga ketika proses penyeleksian bakal calon juga kejadian seperti ini. Misalnya agar bisa lolos seleksi maka harus membayar puluhan juta.
Dalam pelaksanaan pilkada di lapangan banyak sekali ditemukan penyelewengan penyelewengan. Kecurangan ini dilakukan oleh para bakal calon seperti :
  1. Money politik
Sepertinya money politik ini selalu saja menyertai dalam setiap pelaksanaan pilkada. Dengan memanfaatkan masalah ekonomi masyarakat yang cenderung masih rendah, maka dengan mudah mereka dapat diperalat dengan mudah. Contoh yang nyata saja yaitu di lingkungan penulis yaitu desa Karangwetan, Tegaltirto, Berbah, Sleman, juga terjadi hal tersebut. Yaitu  salah satu dari kader bakal calon membagi bagikan uang kapada masyarakat dengan syarat harus memilih bakal calon tertentu. Tapi memang dengan uang dapat membeli segalanya. Dengan masih rendahnya tingkat pendidikan seseorang maka dengan mudah orang itu dapat diperalat dan diatur dengan mudah hanya karena uang.
Jadi sangat rasional sekali jika untuk menjadi calon kepala daerah harus mempunyai uang yang banyak. Karena untuk biaya ini, biaya itu.
  1. Intimidasi
Intimidasi ini juga sangat bahaya. Sebagai contoh juga yaitu di daerah penulis oknum pegawai pemerintah melakukan intimidasi terhadap warga agar mencoblos salah satu calon. Hal ini sangat menyeleweng sekali dari aturan pelaksanaan pemilu.
  1. Pendahuluan start kampanye
Tindakan ini paling sering terjadi. Padahal sudah sangat jelas sekali aturan aturan yang berlaku dalam pemilu tersebut. Berbagai cara dilakukan seperti pemasangan baliho, spanduk, selebaran. Sering juga untuk bakal calon yang merupakan Kepala daerah saat itu melakukan kunjungan keberbagai daerah. Kunjungan ini intensitasnya sangat tinggi ketika mendekati pemilu. Ini sangat berlawanan yaitu ketika sedang memimpin dulu. Selain itu media TV lokal sering digunakan sebagi media kampanye. Bakal calon menyam paikan visi misinya dalam acara tersbut padahal jadwal pelaksanaan kampanye belum dimulai.
  1. Kampanye negatif
Kampanye negatif ini dapat timbul karena kurangnya sosialisasi bakal calon kepada masyarakat. Hal ini disebabkan karena sebagian masyarakat masih sangat kurang terhadap pentingnya informasi. Jadi mereka hanya “manut” dengan orang yang disekitar mereka yang menjadi panutannya. Kampanye negatif ini dapat mengarah dengan munculnya fitnah yang dapat merusak integritas daerah tersebut.
  1. Solusi
Dalam melaksanakan sesuatu pasti ada kendala yang harus dihadapi. Tetapi bagaimana kita dapat meminimalkan kendala kendala itu. Untuk itu diperlukan peranserta masyarakat karena ini tidak hanya tanggungjawab pemerintah saja. Untuk menggulangi permasalah yang timbul karena pemilu antara lain :
  1. Seluruh pihak yang ada baik dari daerah sampai pusat, bersama sama menjaga ketertiban dan kelancaran pelaksanaan pilkada ini. Tokoh tokoh masyarakat yang merupakan panutan dapat menjadi souri tauladan bagi masyarakatnya. Dengan ini maka dapat menghindari munculnya konflik.
  2. Semua warga saling menghargai pendapat. Dalam berdemokrasi wajar jika muncul perbedaan pendapat. Hal ini diharapkan tidak menimbulkan konflik. Dengan kesadaran menghargai pendapat orang lain, maka pelaksanaan pilkada dapat berjalan dengan lancar.
  3. Sosialisasi kepada warga ditingkatkan. Dengan adanya sosialisasi ini diharapkan masyarakat dapat memperoleh informasi yang akurat. Sehingga menghindari kemungkinan fitnah terhadap calon yang lain.
  4. Memilih dengan hati nurani. Dalam memilih calon kita harus memilih dengan hati nurani sendiri tanpa ada paksaan dari orang lain. Sehingga prinsip prinsip dari pemilu dapat terlaksana dengan baik.

BAB III
KESIMPULAN

Bangsa yang belajar adalah bangsa yang setiap waktu berbenah diri. Pemerintah Indonesia telah berusaha membenahi sistem yang telah dengan landasan untuk mengedepankan kepentingan rakyat. Walaupun dalam pelaksanaan pilkada ini masih ditemui berbagai macam permasalhan tetapi ini semua wajar karena indonesia baru menghadapi ini pertama kalinya setelah pemilu langsung untuk memilih presiden dan wakilnya. Ini semua dapat digunakan untuk pembelajaran politik masyarakat. Sehingga masyarakat dapat sadar dengan pentingnya berdemokrasi, menghargai pendapat, kebersamaan dalam menghadapai sesuatu. Manusia yang baik tidak akan melakukan kesalahan yang pernah dilakukan. Semoga untuk pemilihan umum yang berikutnya permasalah yang timbul dapat diminimalkan. Sehingga pemilihan umum dapar berjalan dengan lancar.

DAFTAR PUSTAKA

1.      Abraham Panumbangan (mahasiswa fisipol UMY).Masih perlu waktu. www.kr.co.id  edisi Jum’at, 15 Juli 2005
2.      Hasan Shadily, dkk.1973. Ensiklopedi Umum . Jakarta: Yayasan Dana Buku Franklin Jakarta.
3.      M. Ma’ruf (Mentri Dalam Negeri).Optimisme hadapi pilkada langsung. www.kompas.com edisi selasa, 22 Februari 2005
4.      Redaksi Kompas. APBN-P 2005 Bantu Rp 464,9 Miliar . www.kompas.com edisi Rabu, 30 Maret 2005
5.      Suardi Abubakar, dkk. 2000. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 2 SMU.Jakarta: Yudhistira.


Minggu, 17 Februari 2013

Makalah Teknik Antar Muka


 
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.       LatarBelakangMasalah
Saat Komunikasi dilakukan dalam kecepatan tinggi dan jarak yang jauh, metode saluran tunggal ( single ended ) tidak dapat digunakan lagi. Sistem transmisi saluran ganda ( differential-balanced data transmission ) jauh lebih baik dalam berbagai aplikasi. Electronics Industry Association ( EIA ) telah mengeluarkan antarmuka serial baru yaitu RS422 dan RS485. Standar ini dirancang untuk komunikasi data dengan kecepatan tinggi. RS422 merupakan standar yang mendefinisikan transmisi data diferensial dari satu driver kebanyak receiver ( multidrop ). Kelebihan RS485 daripada RS422 yaitu RS485 merupakan standar antarmuka yang unik, karena dari semua standar EIA hanya RS485 yang dapat digunakan untuk operasi multiple driver.Oleh karena itu memungkinkan konfigurasi multipoint ( party line )
RS485 menggunakan sistem transmisi saluran ganda( differential-balanced data transmission ) untuk transmisi saluran datanya. Dalam pemasangannya digunakan dua kabel ( two wires ) untuk tiap sinyal. Keadaan logic direferensikan oleh perbedaan potensial diantara line, bukan terhadap ground. RS485 mempunyai sifat yang sangat kebal terhadap gangguan listrik, sehingga dapat menyalurkan data lebih jauh ( maksimum 4000 feet ) dengan kecepatan lebih tinggi ( 100kbps ) atau 40 feet dengankecepatan 10Mbps ( maksimum data rate ). Kabel RS 485 merupakan sebuah US – based telecommunication standart untuk binary serial communication antara device. RS 485 adalah protocol atau set spesifikasi yang harus diikuti untuk memperbolehkan device yang mengimplementasikan standar tuntuk berbicara  satu sama lain. Protocol tersebut adalah sebuah versi update dari serial protocol yang dikenal dengan RS 232. Ketika RS 232 standart diperbolehkan untuk koneksi dari dua device melalui sebuah serial link, RS 485 memperbolehkan serial conection antara lebih dari dua device pada sebuah sistem network.
Sebuah RS 485 compliant network adalah sebuah multi point communication network.Rs 485 standart spesific sehingga 32 driver dan 32 reciever pada sebuah bus dua kabel. Teknologi baru telah memperkenalkan repeater otomatis, driver dan receiver dengan impedansi tinggi sehingga sejumlah driver dan receiver dapat dikembangkan menjadi ratusan node pada sebuah network. Bahkan RS 485 driver dapat menahan masalah bus.
RS 485 dapat dikontruksikan sebagai sebuah sistem dua kabel atau empat kabel. jika RS 485 diciptakan menjadi sebuah sistem dua kabel, semua node memiliki ranking yang sama, tetapi jika dirancang sebagai sebuah sistem empat kabel memiliki sebuah node yang dirancang sebagai master dan sisa node ditentukan sebagai slave atau pelayan. Sistem ini hanya terjadi antara master dan slave bukan antar slave.

1.2.       RumusanMasalah
Rumusan masalah dalam penyusunan makalah ini adalah sebagai berikut :
1.2.1.           Apa pengertian dari RS 485
1.2.2.           Apa pengertian dari half duplex
1.2.3.           Bagaimana cara menghubungkan instrument dalam jaringan RS 485
1.2.4.           Apa sajakah macam kabel yang direkomendasikan untuk koneksi RS 485

1.3.       Tujuan
Tujuan dalam penyusunan makalah ini adalah sebagai berikut :
1.3.1.           Mengetahui pengertian RS 485
1.3.2.           Mengetahui pengertian half duplex
1.3.3.           Mengetahui cara menghubungkan instrument dalam jaringan RS 485
1.3.4.           Mengetahui macam – macam kabel yang direkomendasikan untuk koneksi RS 485

BAB II
PEMBAHASAN

2.1.       Pengertian RS 485
RS485 atau EIA (Electronic Industries Association) RS485 adalah jaringan balanced line dan dengan sistem pengiriman data secara half-duplex. RS485 bisa digunakan sebagai jaringan transfer data dengan jarak maksimal 1,2 km. Tabel berikut adalah ringkasan spesifikasi dari protokol RS485:
 
Sistem transmisi saluran ganda yang dipakai oleh RS485 ini juga memungkinkan untuk digunakan sebagai saluran komunikasi multi-drop dan multipoint ( party line ). Saluran komunikasi multipoint ini dapat dihubungkan sampai dengan 32 driver / generator dan 32 receiver pada single ( two wires ) bus. Dengan perkenalan terhadap repeater ‘ otomatis ‘ dan driver / receiver high – impedance, keterbatasan ini dapat diperluas sampai ratusan ( bahkan ribuan ) titik pada jaringan.

Gambar Aplikasi Typical RS 485

2.2.       Pengertian Half Duplex
Half duplex adalah sistem dimana antara beberapa transmitter (pembicara) dapat berkomunikasi dengan satu atau banyak receivers (pendengar) dengan hanya satu transmitter yang aktif berkomunikasi dengan receiver dalam satu siklus waktu (waktu komunikasi).Sebagai contoh, pembicaraan dimulai dengan sebuah pertanyaan, orang yang bertanya tersebut kemudian akan mendengarkan jawaban atau menunggu sampai dia mendapat jawaban atau sampai dia memutuskan bahwa orang yang ditanya tidak menjawab pertanyaan tersebut. Dalam jaringan RS485, “master” akan memulai “pembicaraan” dengan sebuah “Query” (pertanyaan) yang dialamatkan pada salah satu “slave”, “master” kemudian akan mendengarkan jawaban dari “slave”. Jika “slave” tidak merespon dalam waktu yang ditentukan, (diseting oleh kontrol software dalam “master”), “master” akan memutus pembicaraan.

2.3.       Cara Menghubungkan Instrument dalamJaringan RS 485
Untuk menghubungkan instrumen pada jaringan RS485, harus menggunakan kabel khusus yang di disain untuk komunikasi RS485 sebagai contoh: “Screened twisted pair cable”, “impedansi 120ohm”,”kapasitansi tidak lebih dari 18pf/ft”. Spesifikasi kabel tersebut diperlukan bila ingin mendapatkan jarak yang optimal yaitu sampai dengan 1,2km. Bila hanya untuk percobaan dengan jarak pendek dibawah 10meter, bisa digunakan kabe lapasaja. Semua koneksi sisi “A” harus digabungkan bersama dengan sebuah konduktor dari twisted pair cable, dan semua koneksi sisi “B” juga harus digabungkan menjadi satu dengan menggunakan satu konduktor yang lain dari twisted pair cable tersebut. Dan yang paling pentinguntukmenghindari noise, EMI (Electro Magnetic Interference) dan surge, cable screen (serabutluarkabel) harusdihubungkanke terminal “Gnd”.

Sebagaicontohjeniskabel yang bisadigunakanadalah Belden 9841 (Single pair) atau 9842 (Two pair) dengankarakteristikimpedansisebesar 120ohm.Kabeltersebutsangatdirekomendasikan.Karenakoneksi RS485 bersifat multi-drop (party-line) makapadaujungkoneksiinstrumenpadajaringakmodbusharusditerminasidengan resistor sebesar 120ohm seperempat watt atau yang lebihbesar.Termination resistor biasanyasudahdisediakandan switchable bilaandamembeli unit instrument pabrikan.Untukpemilihanjumlah pair padakabelharusdisesuaikandengankebutuhan, misalandainginmenggabungkancatudaya DC24Volt padasatukabeldengankomunikasi data, makaandabisamenggunakan Belden 9842 (Two pair) danjikadalamsatukabelhanyadiperuntukkanuntukkomunikasi data, andabisamenggunakan Belden 9841 (Single pair).
Dalamjaringan RS485 tidakbolehadalebihdariduakabel yang terhubungdalamsatu terminal.Konfigurasi yang harusdigunakanadalah “Daisy Chain” atau “straight line” ataujaringansatuarahantara master dan slave-nya. Konfigurasi “Star” ataujaringandengan “Stubs (Tees)” ataupercabangantidakdirekomendasikankarenabisamengakibatkansistemtidakberjalansesuaiharapan (terjadikorupsi data).


2.4.       Kabel yang Direkomendasikanuntuk RS 485
Macam – macamkabel yang direkomendasikanuntuk RS 485 adalahsebagaiberikut :
1. Belden 9841 (Single twisted pair cable) denganbeldfoildan braid shiled, impedansi 120 ohms, kapasitansi 12pf/ft, 24AWG, arusmaksimal 2,1A/conductor @25 Celsius.
2. Belden 9842 (Double twisted pair cable) denganbeldfoildan braid shield, impedansi 120ohms, kapasitansi 12pf/ft, 24AWG, arusmaksimal 2,1A/conductor @25 Celsius.
3. Belden 89842 (Double twisted pair cable) dengan Plenum rated (Cable untukdipasang di plenum space). denganbeldfoildan braid shield, impedansi 120ohms, kapasitansi 12pf/ft, 24AWG, arusmaksimal 2,1A/conductor @25 Celsius. Untukspesifikasilengkapsilahkan download datasheetnyadisini.

BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
RS485 atau EIA (Electronic Industries Association) RS485 adalahjaringan balanced line dandengansistempengiriman data secara half-duplex. RS485 bisadigunakansebagaijaringan transfer data denganjarakmaksimal 1,2 km.
Untukmenghubungkaninstrumenpadajaringan RS485, harusmenggunakankabelkhusus yang didisainuntukkomunikasi RS485 sebagaicontoh: “Screened twisted pair cable”, “impedansi 120ohm”,”kapasitansi tidaklebihdari 18pf/ft”. Spesifikasikabeltersebutdiperlukanbilainginmendapatkanjarak yang optimal yaitusampaidengan 1,2km.Bilahanyauntukpercobaandenganjarakpendekdibawah 10meter, bisadigunakankabelapasaja. Semuakoneksisisi “A” harusdigabungkanbersamadengansebuahkonduktordari twisted pair cable, dansemuakoneksisisi “B” jugaharusdigabungkanmenjadisatudenganmenggunakansatukonduktor yang laindari twisted pair cable tersebut. Dan yang paling pentinguntukmenghindari noise, EMI (Electro Magnetic Interference) dan surge, cable screen (serabutluarkabel) harusdihubungkanke terminal “Gnd”.



DAFTAR PUSTAKA
http:// gicara.com/uncategorized/apa-yang-dimaksud-dengan-rs-485.html

Rabu, 23 Januari 2013

MAKALAH CARA MENCEGAH KEBAKARAN KARENA LISTRIK


KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan Puji Syukur Kehadirat Allah Yang Maha Esa, dan hanya karena Rahmat-Nya penyusunan makalah ini akhirnya dapat diselesaikan juga.
Dalam era globalisasi seperti sekarang ini, perkembangan ilmu teknologi (iptek) menjadi sangat cepat. Perkembangan iptek yang begitu cepat ini telah menghadapkan bnagsa – bangsa di dunia ini. Untuk  itu kita harus mengantisipasinya melalui peningkatan kualitas pendidikan baik di sekolah (formal) maupun diluar sekolah (informal).

Dengan persaingan ini kita harus saling bersaing untuk menjadi yang terdepan. Dengan adanya tygas ini, kita akan merasa bertanding untuk mendapat nilai terbaik. Makalh ini berisi amteri – materi yang bertujuan agar kita lebih mudah menghadapi dan memahami konsep yang diajarkan.


BAB I
PENDAHULUAN

A.     LATAR BELAKANG

Kebakaran selalu menelan banyak kerugian baik moril, materil bahkan sering kali juga keselamatan manusia. Bila kebakaran tersebut menimpa fasilitas publik misalnya Pasar Besar di kota Malang, Pasar Tanah Abang di Jakarta, Gedung BI di Jakarta dan lain sebagainya maka yang menderita kerugian tentu masyarakat banyak. Di lihat dari segi rehabilitasi fasilitas maka kecelakaan akibat kebakaran memerlukan waktu yang relatif lama belum lagi kerugian yang mustahil direcoveri seperti arsip, barang antic, sertifikat dan lain sebagainya. Oleh karena itu mencegah terjadinya kebakaran merupakan pilihan utama dalam teknologi penanggulangan kebakaran. Dari sisi legal formal disebutkan dalam UU No. 1 Tahun 1970 “Dengan perundangan ditetapkan persyaratan keselamatan kerja untuk mencegah, mengurangi dan memadamkan kebakaran”. Kemudian diikuti dengan peraturan lain misalnya: Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI No.186/MEN/1999 Tentang Unit Penanggulangan Kebakaran di Tempat Kerja dan lain sebabagainya menyebutkan dalam Pasal ayat 1 “Pengurus atau Perusahaan wajib mencegah, mengurangi dan memadamkan kebakaran, menyelenggarakan latihan penganggulangan kebakaran di tempat kerja”

B.      RUMUSAN MASALAH
1)      Apakah yang dimaksud dengan mencegah dan menanggulangi kebakaran?
2)      Apakah penyebab kebakaran itu?
3)      Bagaimanakah cara mencegah kebakaran karena listrik?
4)      Bagaimana cara melakukan tindakan pengamanan kebakaran akibat listrik?
5)      Bagaimanakah tips mencegah kebakaran karena listrik?

C.    TUJUAN
 1)      Mengerti dan dapat menjelaskan bahaya kebakaran beserta pencegahan kebakaran.
 2)      Memahami dan dapat menjelaskan dampak yang terjadi akibat kebakaran listrik.
 3)      Untuk mengetahui dan menjelaskan cara mencegah kebakran yang terjadi karena listrik.
 

BAB II
PEMBAHASAN

1)      MENCEGAH DAN MENANGGULANGI KEBAKARAN
Apa yang dimaksud bahaya kebakaran dan penanggulanganya itu ?
 Bahaya kebakaran adalah bahaya yang ditimbulkan oleh adanya nyala api yang tidak terkendali. Sedangkan penanggualangan kebakaran adalah segala upaya untuk mencegah timbulnya kebakaran dengan berbagai upaya pengendalian setiap perwujudan energy, pengadaan sarana proteksi kebakaran dan sarana penyelamatan serta pembentukan organisasi tanggap darurat untuk memberantas kebakaran.
            Apa yang dimaksud dengan pencegahan kebakaran ?
Pencegahan kebakaran adalah segala usaha yang dilakukan agar tidak terjadi penyalaan api  yang tidak terkendali. Pencegahan kebakaran mengandung 2  pengertian, yaitu:
1.      Penyalaan api belum ada dan usaha pencegahan ditujukan agar tidak terjadi penyalaan api. Contoh dari tindakan ini adalah dengan memisahkan bahan mudah terbakar  pada ruang khusus ,membuat aturan pencegahan kebakaran, memasang rambu dilarang merokok, dan lain -  lain.
2.      Penyalaan api sudah ada dan  usaha  pencegahan ditujukan agar api tidak terkendali. Contoh dari tindakan ini adalah mengatur nyala api di dalam ruang tempa, ketel uap, dapur  pemanas dll.

Pencegahan kebakaran  menurut kepmen No.186/Men/1999 adalah mencegah,
mengurangi dan memadamkan kebakaran di tempat kerja yang meliputi :
a.       Pengendalian setiap bentuk energy.
b.      Penyediaan sarana deteksi, alarm, memadamkan kebakaran dan sarana evakuasi.
c.       Pengendalian penyebaran asap, panas, dan gas.
d.      Pembentukan unit penanggulangan kebakaran secara berkala,
e.       Memiliki buku rencana penanggulangan keadaan darurat kebakaran, bagi tempat yang berpotensi bahaya kebakaran sedang dan berat.

Dari strategi pemadaman ,ada  dua cara penting yang perlu diperhatikan yaitu:
Ø  Teknik pemadam kebakaran adalah kemampuan mempergunakan alat dan perlengkapan pemadaman kebakaran dengan sebaik baiknya. Agar menguasai teknik kebakaran maka  seseorang harus mempunyai pengetahuan tentang penanggulangan kebakaran , terlatih dan terampil mempergunakan berbagai alat serta perlengkapan kebakaran.
Ø  Taktik pemadaman kebakaran adalah kemampuan manganalisis situasi sehingga dapat melakukan tindakan engan cepat dan tepattanpa menimbulkan kerugian yan lebih besar. Taktikini terkait dengan analisis terhadap unsure – unsure pengaruh angin, warna asap kebakaran, material utama yang terbakar, lokasi, dll.

Apakah penyebab kebakaran itu?
Berbagai sebab kebakaran dapat diklasifikasikan  sebagai kelalaian, kurang
pengetahuan, peristiwa alam, penyalaan sendiri, dan kesengajaan.
2.1  Kelalaian
Kelalaian merupakan penyebab terbanyak peristiwa kebakaran. Contoh dari kelalaian ini misalnya : lupa mematikan kompor ,mrokok ditempat yang tidak semestinya, menempatkan bahan bakar tidak pada tempatnya , mengganti alat pengaman dengan spesifikasi yang tidak tepat dan lain sebagainya.

2.2  Kurang pengetahuan
Kurang pengetahuan tentang pencegahan kebakaran merupakan salah satu penyebab kebakaran yang tidak boleh diabaikan. Contoh dari kekurang pengetahuan ini misalnya tidak mengerti akan jenis bahan bakar yang mudah menyala, tidak mengerti tanda tanda bahaya kebakaran, tidak mengerti proses terjadinya api dan sebagainya.


2.3  Peristiwa alam
Peristiwa alam dapat menjadi penyebab kebakaran. Contoh : gunung meletus, gempa bumi, petir, panas matahari, dsb.

2.4  Penyalaan sendiri
Api bisa terbentuk bila tiga unsure api yaitu bahan bakar, oksigen(biasanya dari udara) dan panas bertemu dan menyebabkan reaksi antai pembakaran. Contoh kebakaran di hutan, yang disebabkan oleh panas matahari yang mneimpa bahan bakar,kering di hutan.

2.5  Kesengajaan
Kebakaran juga bias disebabkan oleh kesengajaan misalnya karena unsure sabotase , penghilangan jejak, mengahrap pengganti dari asuransi dsb.



2)      PENYEBAB KEBAKARAN AKIBAT LISTRIK

Kebakaran dapat terjadi jika ada tiga unsur yaitu bahan yang mudah terbakar, oksigen dan percikan api. Sementara menurut data yang dikumpulkan oleh Dinas Kebakaran DKI sejak dari tahun 1992 s/d 1997 telah tejadi kebakaran sebanyak 4.244 kasus di mana yang 2135 kasus disebabkan karena konsleting listrik. Berarti 50% lebih dari total kasus kebakaran disebabkan oleh listrik. Hal ini karena perlengkapan listrik yang digunakan tidak sesuai dengan prosedur yang benar dan standar yang ditetapkan oleh LMK (Lembaga Masalah Kelistrikan) PLN,  rendahnya kualitas peralatan listrik dan kabel yang digunakan, serta intalasi yang asal-asalan dan tidak sesuai peraturan.

 Sekarang ini masih banyak pabrik perlengkapan listrik yang kualitas produknya rendah kemudian mensuplainya ke pasar. Hal ini tentunya akan dikonsumsi oleh instalatir dan pemakai listrik yang mengutamakan keuntungan tanpa memikirkan akibat fatal yang akan ditimbulkannya. Karena tingkat keamanan perlengkapan listrik ditentukan oleh kualitasnya. Jadi bagi para produsen, instalatir dan konsumen harus menyadari benar akan fungsi perlengkapan listrik yang akan digunakannya.

Dalam kaitan ini tentunya para produsen dan distributor harus melakukan kerja sama dengan para kontraktor/instalator sebagai aplikator di lapangan. Hal ini dimaksudkan untuk meminimalkan tingkat kesalahan pemasangan. Berarti bagi para kontraktor dan instalatir perlu mengadakan training khusus sehingga mereka diakui kemampuannya dalam sertifikat yang diakui oleh pihak PLN dan AKLI (Asosiasi Konntraktor Listrik Indonesia). Dengan demikian apa yang dikerjakan betul sesuai dengan peraturan sehingga dapat memberi jaminan keamanan. Kemudian yang tidak kalah pentingnya adalah masalah SDM, untuk itu AKLI bersama PLN senantiasa mengupayakan mendidik anggotanya supaya memiliki kemampuan untuk melakukan pekerjaan sesuai dengan peraturan yang berlaku dan menjamin pekerjaan para anggotanya dilaporkan. Di mana AKLI bersama PLN selalu membina biro instalatir dengan berbagai macam kegiatan. Seperti training dan penyebaran informasi ketentuan dan standardisasi yang mutakhir.
Dengan demikian instalasi yang dipasang akan terjamin kualitasnya dan keamanannya. Kemudian bersama PT Asuransi Jasaraharja Putera memberi jaminan asuransi kecelekaan diri dan kebakaran yang disebabkan oleh listrik selama 5 tahun. Sementara itu dalam rangka melakukan pekerjaan perbaikan dan perluasan jaringan yang mana menggunakan waktu relatif lama, maka AKLI bersama PLN menggunakan dua sistim untuk meningkatkan pelayanannya, yaitu :
a)      Pertama sistim zero interuption yaitu merupakan metode pekerjaan yang mampu meminimalkan waktu pemadaman selama pekerjaan itu sehingga konsumen tidak banyak dirugikan.
b)      Kedua sistim zero defect yaitu merupakan langkah untuk meminimalkan kegagalan dalam pekerjaan itu sehingga akibat terburuk dari kesalahan instalasi ditekan seminimal mungkin. Sekarang ini masyarakat yang akan membangun gedung harus memiliki sertifikat jaminan instalasi listrik berasuransi yang dikeluarkan bersama IMB (Izin Mendirikan Bangunan). Dalam sertifikat itu tertera pemilik instalasi listrik, instalasi yang mengerjakan, gambar instalasi awal dan rincian kondisi instalasi. Sehingga jika terjadi masalah kelistrikan pada gedung itu maka sangat mudah melacaknya. Kemudian sangsi yang akan diberikan bagi anggota AKLI yang terbukti bersalah adalah pencabutan izin kerja. Tapi di sisi lain AKLI juga memberikan perlindungan bagi pengguna listrik yaitu berupa peninjauan ulang instalasi gedung yang sudah lima tahun. Hal ini dimaksudkan untuk memperkecil kebakaran karena hubung singkat arus.



Macam- macam penyebab kebakaran, yaitu :
a)      Human Error
Tapi kalau melihat lokasi kebakaran yang sebagian besar terjadi pada perumahan dan tempat berusaha. Berarti kebakaran itu bisa disebabkan oleh karena faktor human error. Hal ini karena awamnya masyarakat terhadap listrik sehingga sering kali bertindak sembrono atau teledor dalam menggunakan listrik atau tidak mengikuti prosedur dan metode penggunaan listrik secara benar menurut aturan PLN, sehingga terjadilah kebakaran itu yang tidak sedikit kerugiannya. Sedangkan salah satu usaha yang bisa dilakukan untuk menekan terjadinya kebakaran adalah dengan meningkatkan kesadaran masyarakat pengguna listrik untuk keperluan sehari-hari. Seperti dalam membagi-bagi arus dengan menggunakan stop kontak bukannya dilakukan dengan semaunya tapi harus dilakukan sesuai peraturan supaya tidak menimbulkan kebakaran. Artinya jika jumlah steker yang dipasang pada suatu stop kontak melebihi batas maka akan menyebabkan kabel pada stop kontak itu menjadi panas. Jika panas itu terjadi dalam waktu yang relatif lama maka hal ini akan menyebabkan melelehnya terminal utama dan akhirnya secara pelan-pelan terjadilah hubung singkat. Kemudian dari panas itu munculah api yang akan merambat di sepanjang kabel dan jika isolator tidak mampu menahan panas maka akan terjadilah kebakaran. Untuk itu gunakanlah stop kontak sebagaimana mestinya. Dalam hal ini ada dua stop kontak; pertama stop kontak 200 Watt hanya digunakan untuk peralatan di bawah 500 - 1000 VA; ke dua jenis stop kontak tenaga yang digunakan untuk peralatan diatas 1000 VA.


b)      Hubungan Singkat

Korseleting listrik (hubung singkat) terjadi karena adanya hubungan kawat positif dan kawat negatif yang beraliran listrik. Hal ini karena isolasi kabel rusak yang disebabkan gigitan binatang, sudah tua, mutu kabel jelek dan penampang kabel terlalu kecil yang tidak sesuai dengan beban listrik yang mengalirinya. Kemudian di sekitar terjadinya percikan api isolasi kabel sudah mencapai titik bakar. Suhu isolasi kabel dapat mencapai titik bakar karena arus listrik yang lewat kabel jauh lebih besar dari kemampuan kabelnya.
Misalnya kabel untuk ukuran 12 ampere dialiri arus listrik 16 ampere, karena kabel tersebut dipakai untuk menyambung banyak peralatan listrik akibatnya isolasi kabel menjadi panas. Jika pada suhu isolasi yang sedang tinggi itu terjadi percikan api maka kemungkinan besar bahan isolasi akan terbakar. Percikan api terjadinya hanya satu kali karena sikring langsung bekerja memutuskan aliran, namun itu cukup untuk menyebabkan kebakaran dan kebakaran yang diakibatkan oleh percikan api akan tetap berlangsung karena karet isolasi yang sudah mencapai suhu bakar akan terbakat terus secara merembet. Untuk bahan isolasi tertentu lelehan kabel terbakar yang jatuh tidak akan segera padam, tetapi masih menyala dengan waktu yang cukup untuk membakar, inilah salah satu kemungkinan penyebab kebakaran.
Atau jika hubung singkat itu terjadi terlalu lama berati panasnya akan tinggi, kemudian dengan adanya udara yang mengandung oksigen dan ditambah lagi dengan adanya benda kering yang mudah terbakar maka menyebabkan timbulnya api.
Api yang tidak bisa dikendalikan disebut kebakaran. Hubung singkat yang terjadi ternyata bisa juga menyebabkan listrik yang mengalir semakin besar. Kemudian karena ada sekering yang ditempatkan pada papan hubung bagi (PHB), di mana sekering itu berfungsi sebagai pemutus/pembatas arus maka kelebihan arus akan menyebabkan listrik padam sehingga keadaan menjadi aman. Dengan demikian hubung singkat bisa diamankan oleh sekering. Tapi jika sekering itu dililitkan kawat untuk mencegah agar tidak cepat putus berarti besarnya arus yang bisa memutus sekering menjadi besar akibatnya hubung singkat akan berlangsung lama hingga menimbulkan percikan api yang akan membakar isolasi akhirnya menimbulkan kebakaran. Sementara pembatas/pemutus arus itu terjadi pada saat daya listrik melebihi daya tersambung pada alat pengukur dan pembatas (APP). APP itu sendiri merupakan batas tanggung jawab antara PLN dan pelanggan. Di mana sebelum masuk ke konsumen listrik itu melalui jaringan tegangan rendah (JTR), saluran masuk pelanggan (SMP) dan APP. Hal inilah yang merupakan tanggung jawab PLN, sedangkan setelah APP merupakan tanggung jawab pelanggan. Dengan demikian kalau terjadi kebakaran akan diketahuilah siapa yang bertanggung jawab.
Selain dari itu ada juga kebakaran karena listrik yang disebabkan karena telah terjadi kontak yang tidak sempurna yaitu kadang-kadang tersambung kadang-kadang tidak sehingga menimbulkan percikan api. Contohnya dapat dilihat pada saklar lampu pada malam hari sehingga ruangan menjadi gelap dan menimbulkan percikan api karena kontaknya sudah rusak akibatnya kotak kontak hangus terbakar. Jika kontak yang tidak sempurna dilewati oleh arus, maka lambat laun panas akan naik. Kemudian panas yang terjadi akan merambat memanaskan material sekitar termasuk bahan isolasi. Jika bahan menjadi mudah terbakar karena suhunya tinggi maka percikan api akan sangat mudah menyebabkan kebakaran.
Kemungkinan lain penyebab kebakaran adalah keran putus tidak sempurna, sehingga aliran listrik kadang-kadang tersambung kadang-kadang tidak. Tapi hal ini sukar dideteksi karena secara pisik isolasi kabelnya masih terlihat utuh.
Tapi sebenarnya di dalam isolasi ada kawat yang sudah putus tidak sempurna.

c)      Kabel
Sistim kabel konvesional di mana kabel tertanam dalam infrastruktur memang sulit untuk mengikuti perubahan karena infrastrukturnya yang tidak mudah dirobah. Sementara itu dewasa ini penggunaan peralatan elektronis dan elektris diperkantoran semakin banyak berarti penggunaan kabelnya semakin banyak pula, seperti untuk komunikasi suara, data dan untuk catu daya. Dengan demikian kabel-kabel itu berseliweran karena tata kabel belum diatur dengan baik. Hal ini jika salah satu kabel mengeluarkan api maka kabel yang lain mudah terbakar akibatnya akan fatal. Api yang keluar dari kabel itu berasal dari panas yang terlalu lama terjadi yang berasal dari kerugian I R dalam penghantar, rugi dalam sarung dan rugi dalam penghantar. Sementara itu rugi dielektris hanya terjadi pada kabel yang bertegangan di atas 132 kV. Pada kabel yang penghantarnya tidak bebas memuai jika suhunya naik akan timbul gerakan. Gerakan itu merupakan efek pemuaian penghantar yang akan menyebabkan memburuknya sambungan. Sementara itu penyebab utama kerusakan pada kabel adanya ketidakstabilan dielektris termal, ionisasi dan keealahan sarung. Di sisi lain rugi dielektris dalam kabel tergantung pada tegangan dan suhu kerja di mana pada tegangan tertentu rugi akan naik bersamaan dengan kenaikan suhu. Pada kondisi yang kurang baik proses tersebut berlanjut dan akan menyebabkan kerusakan, hal ini menunjukkan adanya ketidakstabilan termal.
Sedangkan arus maksimum yang diizinkan mengalir pada penghantar kabel tentunya jangan sampai menimbulkan pemanasan yang menyebabkan lembeknya logam penghantar.Pelembekan logam penghantar merupakan fungsi waktu dan suhu. Upaya untuk menekan bahaya kebakaran yang ditimbulkan oleh hubung pendek arus bisa dilakukan melalui kabelnya. Artinya dalam menggunakan kabel kita harus mengetahui fungsinya yaitu untuk keamanan gedung dan keselamatan jiwa manusia. Berarti kita harus menomor satukan kualitas yang standarnya ditentukan oleh LMK-PLN dari pada harga kabel yang murah. Sedangkan menggunakan kabel yang tidak memenuhi standar biasanya hanya akan mengundang resiko kebakaran yang lebih besar. Untuk itu jangan menggunakan kabel dengan ukuran sembarangan untuk berbagai keperluan.
Ada beberapa jenis ukuran kabel di mana untuk tenaga biasanya digunakan jenis kabel berukuran 4 mm dan untuk lampu 2,5 mm, sedang untuk penggunann lainnya harus disesuaikan dengan standar yang berlaku. Sementara itu kalau kita lihat dari segi prosentase biaya maka biaya yang dikeluarkan untuk kabel sekitar 3 - 5% dari nilai total seluruh bangunan. Dari angka itu terlihat bahwa kalau kita masih juga menentukan kabel yang murah dan di bawah standar berarti kita lebih mementingkan keuntungan tanpa memikirkan akibatnya yang justru menimbulkan kerugian yang lebih besar. Untuk itulah sebuah perusahaan dari Inggris yang bernama Marshall Tuflex memeperkenalkan manajemen kabel untuk mengatasi terjadinya kebakaran yang cocok dipakai dilingkungan perkantoran, karena faktor fleksibilitasnya yaitu:
1.      berupa modul yang berbentuk profil dan merupakan bagian dari interior. Dengan demikian harus dibuat dari bahan yang tahan api dan disainya harus estetis sehingga memenuhi arsitektur. Kemudian bentuk sambungannya dibuat siku, percabangan dan asesoris lainnya juga didesain memenuhi estetika.
2.      Adapun fleksibilitasnya terletak pada dapat dikonfigurasikan dengan aplikasi pemasangan sekering.  
3.      memungkinkan untuk penambahan outlet data, power dan telepon tanpa membongkar sistim keseluruhan.
4.      pemasangannya mudah, cepat dan presisi.
5.      memudahkan pemeliharaan, penggantian, penyambungan dan troubel pada kabel.
6.      Tersedia untuk berbagai macam kebutuhan dan ukuran.


d)     INSTALATIR
Biro instalatir adalah suatu badan yang terdaftar dan mendapat izin kerja dari PT PLN untuk merencanakan dan mengerjakan pembangunan atau pemasangan peralatan ketenagalistrikan. Jadi semua pekerjaan instalasi ketenagalistrikan baik untuk penyediaan maupun untuk pemanfaatan tenaga listrik harus dilakukan oleh biro instalatir. Sementara itu ruang linkup kerja biro instalatir meliputi pemasangan instalasi tenaga, penerangan listrik, pemasangan jaringan, membangun gardu trafo, membangun gardu induk dan memasang mesin-mesin listrik untuk pembangkit. Untuk itulah biro itu dibagi menjadi empat kelas yaitu dari klas A s/d klas D. Biro ini disahkan melalui mekanisme ujian yang ketat dan bagi mereka yang lulus akan diberi surat pengesahan instalatir (SPI) dan diberi kerja setiap tahun dengan surat izin kerja (SIKA) berdasarkan evaluasi unjuk kerjanya. Kemudian unjuk kerja itu selalu dipantau dan dievaluasi dan jika ada yang melakukan pelanggaran bisa dihentikan izin kerjanya. Setelah instalasi selesai dipasang maka konsumen akan diberikan oleh biro instalatir yaitu gambar dokumentasi instalasi, hasil pengujian instalasi dan surat yang menyatakan bahwa instalasi telah dipasang dengan baik dan sesuai peraturan yang berlaku. Sedangkan tujuan biro ini adalah melindungi pemakai tenaga listrik, karena jika instalasi listrik dipasang secara sembarangan dengan kualitas material yang rendah maka hal ini tentunya bisa menimbulkan kebakaran. Adapun kebakaran itu disebabkan karena:
a)      Sistim instalasi yang asal-asalan dan tidak sesuai peraturan. Untuk itu perlu dipilih instalatur yang resmi dan profesional berarti pekerjaannya harus sesuai dengan PUIL sehingga kesalahan teknis dalam pemasangan yang dapat berakibat patal bisa ditekan. Instalasi itu senantiasa menekankan penggunaan material dan perlengkapan listrik sesuai standar LMK - PLN dan telah dilakukan pengujian secara ketat. Hal ini dimaksudkan untuk mewujudkan sistim instalasi yang aman sesuai ketentuan.
b)      Pengubahan instalasi yang dilakukan sendiri tanpa sepengetahuan dari instalatur yang melakukan pekerjaan awal. Kemudian dikerjakan tidak sesuai prosedur. Untuk itu apabila masyarakat pengguna listrik akan melakukan perubahan instalasi pada bangunannya dianjurkan menghubungi instalatur resmi yang telah diakui kemampuannya. Selain dari itu hendaknya dalam pemasangan panel box hendaknya digunakan bahan yang kedap air dan anti tikus. Karena air dan tikus sangat mungkin menyebabkan terjadinya hubung singkat arus listrik.
c)      Ke tiga setelah 15 tahun digunakan umumnya instalasi harus diperbaharui hal ini karena kondisi kabel sudah mengalami perubahan dan berkurang kemampuannya. Sedang untuk mencapai waktu itu tentunya pengontrolan kondisi instalasi selama penggunaan harus dilakukan.



3)      CARA MENCEGAH KEBAKARAN KARENA LISTRIK
Penyebab terjadinya kebakaran banyak disebabkan oleh korsleting listrik. Untuk itu ada beberapa hal yang harus di perhatikan untuk mencegah bahaya kebaran yang disebabkan korsleting listrik.
Di bawah ini kami informasikan tips mencegah bahaya kebakaran akibat korsleting listrik:
1.      Percayakan pemasangan instalasi rumah/bangunan anda pada instalatir yang terdaftar sebagai anggota AKLI (Assosiasi Kontraktor Listrik Indonesia) dan terdaftar di PLN. Secara legal instalatir mempunyai tanggung jawab terhadap keamanan instalasi.
2.       Jangan menumpuk steker atau colokan listrik terlalu banyak pada satu tempat karena sambungan seperti itu akan terus menerus menumpuk panas yang akhirnya dapat mengakibatkan korsleting listrik.
3.      Jangan menggunakan material listrik sembarangan yang tidak standar walaupun harganya murah. Tetapi memiliki sertifikat Sistim Pengawasan Mutu (SPM) yang berlabel tulisan atau,
4.       Jika sering putus jangan menyambungnya dengan serabut kawat yang bukan fungsinya karena setiap sekring telah diukur kemampuan menerima beban tertentu.
5.      Lakukan pemeriksaan secara rutin terhadap kondisi isolasi pembungkus kabel, bila ada isolasi yang terkupas atau telah menipis agar segera dilakukan penggantian. Gantilah instalasi rumah/bangunan anda secara menyeluruh minimal lima tahun sekali. pekerjaan pemeriksaan dan penggantian sebaiknya dilakukan oleh instalatir anggota AKLI dan terdaftar di PLN.
6.      Gunakan jenis dan ukuran kabel sesuai peruntukan dan kapasitas hantar arusnya.
7.      Bila terjadi kebakaran akibat korsleting listrik akibat pengaman Mini Circuit breaker (MCB) tidak berfungsi dengan baik, matikan segera listrik dari kWh meter. Jangan menyiram sumber kebakaran dengan air bila masih ada arus listrik.
8.      Anda juga perlu mengetahui bahwa hubungan arus pendek atau korsleting adalah kontak langsung antara kabel positif dan negatif yang biasanya dibarengi dengan percikan bunga api, dan bunga api inilah yang memicu kebakaran. PLN telah memasang MCB yang terpadu dengan kWh dan OA Kast yang berfungsi sebagai pembatas bila pemakaian beban melebihi kapasitas daya sekaligus sebagai pengaman bila terjadi hubungan arus pendek.
9.      Hindari pemakaian listrik secara illegal karena disamping membahayakan keselamatan jiwa, tindakan itu juga tergolong tindak kejahatan yang dipidanakan.
10.  Jadi sebelum hal-hal yang tak diinginkan terjadi seperti musibah kebakaran menimpa Anda, sebaiknya kita melakukan tindak pencegahan. Bukankah mencegah itu lebih baik daripada mengobati!

3.1)  INSTALASI LISTRIK
Seringkali kita mendengar atau melihat disekitar kita musibah kebakaran ataupun kesetrum yang diakibatkan oleh pekerjaan instalasi listrik yang tidak benar. Tidak sedikit orang yang mengabaikan akan pentingnya sistem instalasi listrik yang benar.Ingatlah bahwa dalam pemasangan instalasi listrik kita harus benar-benar memperhatikan keselamatan dan kenyamanan, serta mengoptimalkan fungsi dari arus listrik tersebut.
Dalam Proses Instalasi Listrik Kita Perlu Memperhatikan Beberapa Hal Berikut ini:
Ø  Instalasi listrik di rumah dan di gedung, kita harus memperhatikan struktur dari bangunan rumah itu, pastikan juga bangunan sekitar anda mempunyai instalasi listrik yang baik sehingga tidak merugikan Anda. Karena instalasi listrik dari sekeliling rumah/gedung bisa bereffect kepada aliran listrik kita juga walaupun tidak langsung. Utamanya pastikan kualitas dan ukuran kabel yang digunakan, jangan gunakan kabel tipis pada jaringan besar, pastikan keseimbangan pemakaian listrik dalam suatu ruangan dengan kualitas kabel yang dipasang.
Selain KEAMANAN Anda juga butuh kenyamanan dalam penggunaan energi listrik setiap harinya, oleh karena itu jangan sungkan-sungkan untuk menggunakan alat listrik yang BERKUALITAS, karena barang yang berkualitas tidak menipu, baik dari kekuatan material pembuatannya, juga sisi keamanan yang sudah diperhitungkan matang. Untuk harga pasti lebih tinggi sedikit, tetapi pastinya siapapun takkan mau menukar selisih harga tersebut dengan bahaya yang akan didapat. Gunakanlah produk alat listrik yang berkualitas dan telah terstandarisasi oleh pemerintah. Pastikan penempatan fungsi listrik yang ideal baik secara pencahayaan atau fungsi keluar masuk arus listrik.
Ø  Instalasi listrik di industri / pabrik, memerlukan ketelitian dan perhitungan yang cermat dikarenakan banyak hubungan dengan mesin-mesin dan alat produksi.

Energi listrik sangat vital manfaatnya bagi rumah kita. Hampir semua perlengkapan rumah tangga dan hiburan, bergantung pada energi listrik. Bayangkan apa jadinya bila listrik padam beberapa jam? Roda kehidupan di dalam rumah seolah ‘padam’ pula. Untuk itu jaringan listrik mesti dipelihara dan dilindungi. Bila tidak, bukan saja kebutuhan listrik kita akan terganggu, tetapi juga berbahaya yang mengintai siap ‘membrangus’ rumah kita.
Adapun cara mencegah kebakaran karena listrik:
1.  Jangan menumpuk stop kontak pada satu sumber listrik. Gunakan pemutus arus listrik (sekering) yang sesuai dengan daya tersambung, jangan dilebihkan atau dikurangi.
2.      Kabel-kabel listrik yang terpasang di dalam rumah jangan dibiarkan ada yang terkelupas atau dibiarkan terbuka. Perbaiki dan lindungi kabel-kabel tersebut, kalau perlu diganti saja.
3.  Jauhkan sumber-sumber listrik seperti stop kontak, saklar dan kabel-kabel listrik dari jangkauan anak-anak.
4.   Biasakan menggunakan material listrik, seperti kabel, saklar, stop kontak, steker (kontak tusuk) yang telah terjamin kualitasnya dan berlabel SNI (Standar Nasional Indonesia), LMK (Lembaga Masalah Kelistrikan) atau SPLN (Standar PLN).
5.   Pangkaslah sebagian daun, ranting dan cabang dari pepohonan yang berada di halaman rumah, jika bagian pohon itu sudah mendekati atau menyentuh jaringan listrik.
6.   Hindari pemasangan antene televisi yang terlalu tinggi yang bisa mendekati atau menyentuh jaringan listrik.
7.  Gunakan listrik yang memang hak untuk bangunan atau rumah kita. Jangan sekali-kali mencoba mencantol listrik, mengutak-atik KWH Meter atau menggunakan listrik secara tidak sah.
8.      Biasakanlah untuk bersikap hati-hati, waspada dan tidak ceroboh dalam menggunakan listrik.
9.     Jangan bosan-bosan untuk mengingatkan anak-anak kita agar tidak bermain layang-layang di bawah atau di dekat jaringan listrik.
10. Bisa ditambahkan disini adalah pemasangan ELCB (earth leakage circuit breaker) yang sekarang telah banyak digantikan dengan GFI (ground fault interrupter) atau RCD (residual-current device). Piranti ini fungsinya untuk memutuskan hubungan apabila ada kebocoran arus listrik atau apabila ada orang yang tersengat listrik. Kebanyakan piranti ini dipasang di kamar mandi (stop kontak untuk hair dryer atau electric shaver/pencukur kumis) atau service room (tempat mesin cuci), yang pada umumnya memiliki lantai basah.
11.  Selain daripada itu, apabila memiliki rumah baru maka lebih baik meminta untuk dipasang instalasi listrik dengan sistem 3 kabel. Karena ini akan memastikan bahwa peralatan listrik anda akan memiliki pembumian/grounding yang benar. Pernahkan anda terasa kesetrum ketika memegang lemari es? Ini kemungkinan karena instalasi listrik di rumah anda tidak memakai sistem 3 kabel.

3.2) Tindakan Preventif Untuk Mencegah Bahaya Listrik

            Tidak bisa dipungkiri bila kegiatan industri di berbagai sektor seperti halnya rumah sakit, pusat perbelanjaan, sekolah, perkantoran, bahkan rumah tangga sangat tergantung pada listrik.
WALAUPUN dalam kondisi tertentu seperti listrik mati fungsinya bisa dialihkan padagenset, namun keberadaan listri tetap penting artinya.
Keberadaan alat-alat elektronik seperti AC, kulkas, kompor listrik, oven, kipas angin, penanak nasi listrik, dan lain sebagainya yang memudahkan pekerjaan rumah tangga sangat bergantung pada listrik. Walaupun mempermudah, harus diingat bahwa tetap berisiko jika perawatannya diabaikan. Apalagi jika di rumah Anda ada anak usia balita.
Oleh karena itu, agar listrik tetap aman dan nyaman digunakan, ada beberapa tip dari PT PLN yang bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, antara lain:
1.      Jangan menumpuk stop kontak pada satu sumber listrik.
2.      Gunakan pemutus arus listrik ( sekering ) yang sesuai dengan daya tersambung, jangan dilebihkan atau dikurangi.
3.      Kabel-kabel listrik yang terpasang di rumah jangan dibiarkan ada yang terkelupas atau dibiarkan terbuka.
4.      Jauhkan sumber-sumber listrik seperti stop kontak, saklar, stop kontak, steker (kontak tusuk) yang telah terjamin kualitasnya dan berlabel SNI (Standar Nasional Indonesia)/LMK (Lembaga Masalah Kelistrikan) / SPLN (Standar PLN).

3.3) Tips Merawat Instalasi Listrik di Rumah

Dalam penyambungan listrik, kabel yang terpasang di Tiang Jaringan Tegangan Rendah (JTR), kabel Sambungan Rumah (SR) sampai ke Alat Pembatas dan Pengukur (APP – terdiri dari KWH Meter dan MCB atau Mini Circulate Breaker) adalah asset milik PLN. Sedangkan rangkaian kabel yang terpasang sebagai Instalasi Listrik rumah/bangunan adalah asset milik pelanggan.
Tips berikut akan membantu Anda untuk ikut peduli dan turut memelihara Instalasi Listrik :
1.      Pastikan Instalasi Listrik di rumah/bangunan milik Anda telah terpasang dengan tepat, benar dan aman serta menggunakan material listrik yang terjamin kualitasnya dan sesuai kapasitasnya.
2.      Lakukan pemeriksaan rutin, minimal setahun sekali untuk memastikan apakah instalasi listrik masih layak untuk digunakan atau perlu direhabilitasi.
3.      Jika instalasi listrik telah terpasang lebih dari 5 (lima) tahun, sebaiknya perlu untuk direhabilitasi. Hal ini untuk menjaga agar instalasi listrik tetap layak dipergunakan dan mencegah kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
4.      Pergunakan peralatan rumah tangga elektronik yang disesuaikan dengan daya tersambung dan kapasitas/kemampuan kabel instalasi listrik yang terpasang.
5.      Jika ingin memasang, merehabilitasi atau memeriksa instalasi listrik, sebaiknya menggunakan jasa instalatir yang resmi terdaftar sebagai anggota AKLI (Asosiasi Kontraktor Listrik Indonesia). Informasi tentang Instalatir Listrik dapat menghubungi kantor PLN terdekat.
4)      TINDAKAN PENGAMANAN KEBAKARAN AKIBAT LISTRIK
Tindakan pengaman, sangat dibutuhkan untuk mengurangi bahaya akibat kebakaran listrik. Kita dapat melakukan tindakan sebagai berikut :
1)      Secara rutin memeriksa peralatan listrik dan kabel.
2)      Kabel tegang dapat menyebabkan kebakaran. Ganti semua kabel peralatan usang, tua atau rusak segera.
3)      Ganti alat listrik jika menyebabkan sengatan listrik bahkan kecil, terlalu panas, celana pendek keluar, atau mengeluarkan asap atau percikan api.
4)      Jauhkan peralatan listrik dari lantai yang basah dan counter; membayar perawatan khusus untuk peralatan listrik di kamar mandi dan dapur
5)      Beli produk listrik dievaluasi oleh laboratorium yang diakui secara nasional, seperti Underwriters Laboratories (UL).
6)      Jika sebuah alat memiliki steker tiga cabang, menggunakannya hanya di outlet tiga slot. Jangan pernah memaksa untuk masuk ke stopkontak dua-slot atau kabel ekstensi.
7)      Jangan biarkan anak bermain dengan atau sekitar peralatan listrik seperti pemanas ruang, besi, dan pengering rambut.
8)      Gunakan penutupan keselamatan untuk "bukti anak" outlet listrik.
9)      Gunakan kabel ekstensi listrik dengan bijak; tidak pernah overload kabel ekstensi atau soket dinding
10)  Segera mematikan, kemudian secara profesional mengganti, saklar lampu yang panas untuk disentuh dan lampu yang berkedip.

5)      TIPS MENCEGAH KEBAKARAN KARENA LISTRIK
Kabel, outlet, switch, pemutus sirkuit dan perangkat listrik lain adalah penyebab utama ketiga kebakaran rumah dan penyebab utama kedua kematian api.
Mari kita gunakan tips brikut :
v  Mana pun arus listrik yang bersangkutan, alat pemadam api tidak boleh terlalu far.Replace atau memperbaiki kabel yang longgar atau berjumbai di semua perangkat listrik.
v  Jika outlet atau switch terasa hangat, mematikan sirkuit dan telah diperiksa oleh tukang listrik.
v  Cobalah untuk menghindari kabel ekstensi. Jika Anda merasa kabel ekstensi yang diperlukan, pastikan bahwa itu tidak robek atau usang. Jangan berjalan di bawah karpet atau sekitar pintu.
v  Jangan pernah overload socket. Penggunaan outlet "gurita" atau "bar kekuasaan", ekstensi outlet yang mengakomodasi beberapa busi, sangat tidak dianjurkan. Cobalah untuk membatasi satu tinggi-watt ke setiap stopkontak alat individu pada suatu waktu.
v  Jika perjalanan pemutus sirkuit atau pukulan sekering sering, mengurangi jumlah peralatan pada baris tersebut. Di rumah tua banyak, kapasitas dari sistem kabel belum sejalan dengan peralatan modern saat ini dan dapat membebani sistem listrik. Beberapa sinyal overload meliputi: peredupan lampu ketika sebuah alat berlangsung, sekering meniup sering atau menyusut gambar TV.
v  Yakinkan ada banyak ruang udara di sekitar unit hiburan rumah seperti TV dan stereo untuk menghindari overheating.
Meskipun beberapa kebakaran disebabkan oleh kegagalan sistem listrik dan cacat alat, banyak yang disebabkan oleh penyalahgunaan dan pemeliharaan yang buruk peralatan listrik, kabel salah pasang, dan sirkuit kelebihan beban dan kabel ekstensi.

Adapun tips-tips yang lain yaitu :
·         Membuang atau mengganti kabel listrik yang aus atau rusak.
·         Ketika bekerja pada setiap peralatan listrik, memeriksa, kemudian periksa, untuk memastikan tidak ada sumber listrik yang mengalir.
·         Jauhkan alat pemadam kebakaran berguna di daerah di mana Anda bekerja dengan peralatan elektronik
·         Jangan pernah berasumsi bahwa orang lain telah memotong sumber daya. Periksa diri Anda sendiri.
·         Hubungi listrik profesional untuk melakukan pekerjaan listrik yang luas.
Pemadam kebakaran

·         untuk digunakan pada kebakaran listrik akan dilabeli sebagai C, SM, atau ABC pemadam.
·         Instal RCBO - Residual Current Circuit Breaker dengan Perlindungan Arus berlebihan di listrik dan di kamar mandi (ahli listrik terdekat tentang hal itu). Ini akan otomatis perjalanan daya ketika jika Anda tidak sengaja menyentuh kabel hidup. Jangan mengabaikan item ini karena item yang sangat sangat penting.
·         Periksa kabel dan colokan pada semua peralatan listrik dan peralatan. Ganti segala sesuatu yang usang, lusuh, dan aus. Kabel yang rusak adalah salah satu penyebab utama kebakaran listrik rumah.
·          Jangan soket listrik overburden. Menancapkan terlalu banyak hal dapat menyebabkan overheating. Pedoman sederhana untuk menggunakan soket listrik untuk memeriksa berapa banyak ruang yang telah untuk busi. Jika soket listrik hanya memiliki 2 outlet steker, maka hanya mampu menangani banyak peralatan yang terpasang di pada waktu yang sama.
·          Perpanjangan kabel yang baik untuk digunakan, tetapi tidak secara ekstensif. Dalam situasi kabel ekstensi harus digunakan sebagai soket listrik permanen. Kabel perpanjangan tidak dirancang untuk menangani listrik kuat terus menerus dan mereka dapat menyebabkan kebakaran listrik jika kelebihan beban.
·         Menjaga dan memeriksa semua peralatan listrik, peralatan, dan peralatan secara teratur. Gunakan mereka hanya sebagai instruksi pada manual mereka. Jangan pernah mencoba untuk menggunakan alat atau peralatan untuk tujuan selain apa yang mereka dirancang untuk melakukan.
·          Beberapa peralatan listrik telah 2-cabang plugs sementara yang lain memiliki 3 Prongs. Jangan pernah memaksa plug 2-cabang ke stopkontak 3-cabang listrik dan sebaliknya. Peralatan colokan diberikan sesuai dengan kebutuhan listrik aliran mereka dan ini harus benar-benar dipenuhi. Jika tidak, mereka dapat dengan mudah menjadi sumber kebakaran listrik.
·         Gunakan pengaman pada soket listrik mencakup. Ini akan melindungi anak-anak dan mencegah kecelakaan terjadi.
·          Jauhkan tirai, tirai, pakaian, dan bahan mudah terbakar lainnya jauh dari radiator dan pemanas.
·         Membuang selimut listrik yang telah terkena tali dan wirings longgar. Ini adalah bahaya utama karena dapat menyebabkan kebakaran listrik dan membakar luka kepada pengguna. Sebisa mungkin, gunakan selimut listrik yang memiliki kontrol suhu. Ini biasanya datang dengan perangkat keselamatan yang secara otomatis menonaktifkan selimut jika terlalu panas.
·          Jangan letakkan karpet atau permadani di atas kabel listrik dan kabel. Kabel listrik dengan mudah dapat memicu terkena karpet di atasnya dan menyebabkan kebakaran besar. Jauhkan kabel listrik dan kabel di mana Anda dapat melihat mereka.
·          Hanya membeli elektronik dan peralatan yang telah melewati semua standar keselamatan. Konsumen saat ini harus ekstra hati-hati karena banyak sub-par elektronik dan peralatan telah membuat jalan mereka ke pasar.
·         Watch out untuk sekering, lampu, busi, dan soket yang sering pendek sirkuit. Ini adalah tanda-tanda kabel yang rusak dan sistem listrik kelebihan beban. Hubungi teknisi listrik untuk mengatasi masalah ini segera.
·         Instal detektor asap di tempat-tempat strategis di seluruh rumah. Menjaga mereka bersih dan memelihara mereka secara teratur dapat mencegah kebakaran listrik dari merusak rumah.
·         Jika Anda mencurigai atau melihat masalah listrik atau bau aneh, jangan ragu untuk memiliki mereka diperiksa oleh orang yang kompeten.
·          Jangan pernah menyimpan kain berminyak, terutama kain jenuh dengan roh mineral, pengencer cat, atau minyak biji rami. Dalam kondisi tertentu, bahan-bahan ini spontan membakar (mulai di atas api tanpa sumber yang dikenal).
·          Simpan hanya jumlah minimum dari setiap bahan yang mudah terbakar di rumah Anda, dan tetap dalam bahasa aslinya, atau UL yang menyetujui kontainer.
·         Ajarkan anak Anda teknik evakuasi yang tepat dalam kasus kebakaran. Praktek latihan kebakaran keluarga, dengan tempat pertemuan luar (oleh pohon di halaman depan, atau di kotak surat atau depan gerbang. Dengan cara itu Anda semua akan tahu bahwa setiap orang adalah aman luar. Jangan pernah kembali ke rumah terbakar.
·          Menonton video pendidikan dari kebakaran rumah dengan anak Anda lebih tua. Asap akan sangat hitam sangat cepat, tidak seperti kebakaran pada film.



·          Anda punya waktu sangat sedikit untuk menghindari api.
·         Jangan menghalangi pintu atau jendela yang mungkin diperlukan untuk menghindari api.
·         Hubungi Departemen Pemadam Kebakaran setempat dan meminta Survei Rumah Residential. Di sebagian besar wilayah mereka akan senang untuk keluar dan memberikan nasihat dan Anda tidak diharuskan untuk melakukan apa pun yang mereka katakan jika Anda tidak ingin. Ini benar-benar sukarela.                                                                                                    













BAB III
PENUTUP

  1. KESIMPULAN
Energi listrik sangat vital manfaatnya bagi rumah kita. Hampir semua perlengkapan rumah tangga dan hiburan, bergantung pada energi listrik. Penyebab terjadinya kebakaran banyak disebabkan oleh korsleting listrik. Kebakaran dapat terjadi jika ada tiga unsur yaitu bahan yang mudah terbakar, oksigen dan percikan api. Sementara menurut data yang dikumpulkan oleh Dinas Kebakaran DKI sejak dari tahun 1992 s/d 1997 telah tejadi kebakaran sebanyak 4.244 kasus di mana yang 2135 kasus disebabkan karena konsleting listrik. Berarti 50% lebih dari total kasus kebakaran disebabkan oleh listrik. Adapun penyebab kebakran yaitu dari berbagai factor, yakni human error, hubungan singkat, kabel dan instalatir. Meskipun beberapa kebakaran disebabkan oleh kegagalan sistem listrik dan cacat alat, banyak yang disebabkan oleh penyalahgunaan dan pemeliharaan yang buruk peralatan listrik, kabel salah pasang, dan sirkuit kelebihan beban dan kabel ekstensi.

2.      SARAN
Kita dapat melakukan upaya tindakan preventif untuk mencegah bahaya kebakaran. Diantaranya adalah :
v  Jangan menumpuk stop kontak pada satu sumber listrik.
v  Gunakan pemutus arus listrik ( sekering ) yang sesuai dengan daya tersambung, jangan dilebihkan atau dikurangi.
v  Kabel-kabel listrik yang terpasang di rumah jangan dibiarkan ada yang terkelupas atau dibiarkan terbuka.
v  Jauhkan sumber-sumber listrik seperti stop kontak, saklar, stop kontak, steker (kontak tusuk) yang telah terjamin kualitasnya dan berlabel SNI (Standar Nasional Indonesia)/LMK (Lembaga Masalah Kelistrikan) / SPLN (Standar PLN).
v  Biasakan menggunakan material listrik, seperti kabel, saklar, stop kontak, steker (kontak tusuk) yang telah terjamin kualitasnya dan berlabel SNI (Standar Nasional Indonesia) / LMK (Lembaga Masalah Kelistrikan) / SPLN (Standar PLN).
v  Pangkaslah pepohonan yang ada di halaman rumah jika sudah mendekati atau menyentuh jaringan listrik.
v  Hindari pemasangan antene televisi terlalu tinggi sehingga bisa mendekati atau menyentuk jaringan listrik.
v  Gunakan listrik yang memang haknya, jangan mencoba mencantol listrik, mengutak-atik KWH Meter atau menggunakan listrik secara tidak sah.
v  Biasakan bersikap hati-hati, waspada dan tidak ceroboh dalam menggunakan listrik.
                             

                                              

DAFTAR PUSTAKA

Biro Instalatir, Informasi Kelistrikan dan Panduan Pelayanan Pelanggan, PT PLN, PLN Dis Jaya & Tangerang, 1996/1997, Jakarta.
Deni Almanda, Penghantar Energi Listrik, Majalah Elektro Indonesia, No. 15, Tahun III, April/Mei 1997, Jakarta
Listrik potensial penyebab kebakaran, waspadalah, Majalah Konstruksi, April 1998, Jakarta.

 http://www.hmtl.org/reference/refindex.php)

http://gimana.info/gimana-cara-mencegah-ke
http://instalasilistrik.net/tindakan-preventif-untuk-mencegah-bahaya-listrik/
http://instalasilistrik.net/9-tips-mencegah-bahaya-kebakaran-akibat-konsleting-listrik/
http://instalasilistrik.net/mencegah-bahaya-listrik/      
WWW.PLN-JABAR.CO.ID
Drs.Solichin.ST,M.Kes 2011, Modul Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Fakultas teknik UM
www.kompas.com








gambar
gambar
HARI KURNIAWAN AREMA